img_head
ARTIKEL

JUDICIAL ACTIVISM HAKIM PERADILAN PERDATA : PERSPEKTIF TEORI-TEORI PENEMUAN HUKUM

Jul07

Konten : artikel hukum
Telah dibaca : 157 Kali

JUDICIAL ACTIVISM HAKIM PERADILAN PERDATA

: PERSPEKTIF TEORI-TEORI PENEMUAN HUKUM

 

Oleh: Cahyono., SH.., MH[1]

 

 

  1. Latar Belakang Masalah

Perkembangan hukum secara umum diartikan dalam beberapa makna[2]. Dalam konteks Peradilan Perdata, penggantian, perubahan maupun pembaharuan dilakukan melalui 2 (dua) cara yaitu legislasi dan yurisprudensi[3]. Yurisprudensi dalam proses penyelesaian sengketa menjadi hal penting di lembaga Peradilan Perdata.

Dunia peradilan yang digerakkan oleh hakim sebagai mesinnya, merupakan lembaga yang diberi wewenang untuk menciptakan kaidah-kaidah hukum yurisprudensi sebagai kaidah baru mengisi celah-celah hukum, pengisi kekosongan hukum, pendamping legalistik formalnya hukum, pengisi roh keadilan hukum, pengisi roh nurani hukum.[4]

Problematik yang berhubungan dengan penemuan hukum sebagaimana tersebut diatas pada umumnya dipusatkan sekitar hakim[5]. Hal ini dikarenakan hakim yang profesinya melakukan penemuan hukum. Hasil penemuan hukum oleh hakim merupakan hukum karena mempunyai kekuatan mengikat sebagai hukum dan dituangkan dalam bentuk putusan. Selain itu hasil penemuan hukum oleh hakim merupakan sumber hukum.

 

   Baca lebih lengkap download dibawah ini